Laporan Praktikum Bunga


LAPORAN PRAKTIKUM
BUNGA

DOSEN PENGAMPU : LENI MARLINA, M.Si.


 



DI SUSUN OLEH
KELOMPOK  2 : 
1.      DEVI ROSALIA 
2.      MULYONO 

3.      NUR HASANAH





SEKOLAH TINGGI KEGURUAN DAN ILMU PENDIDIKAN (STKIP)
YPM BANGKO
2018


BAB I
PENDAHULUAN

1.1.       Latar Belakang
Bunga merupakan alat reproduksi pada tumbuhan, biasanya olehnya dihasilkan suatu alat, yang nanti akan dapat tumbuh menjadi tumbuhan baru. Alat-alat yang demikian dinamakan alat perkembangbiakan (organum reproductivum), yang dibedakan dalam 2 golongan yang bersifat vegetatif dan yang generatif. Alat perkembangbiakan generatif itu bentuk dan susunannya berbeda-beda menurut jenisnya tumbuhan, tetapi bagi tumbuhan yang berbiji alat tersebut lazimnya merupakan bagian tumbuhan yang kita kenal sebagai bunga. Oleh sebab itu suatu tumbuhan berbiji, jika sudah tiba waktu baginya akan mengeluarkan bunga. Pada bunga inilah terdapat bagian-bagian yang setelah terjadi peristiwa yang disebut persarian (penyerbukan) dan pembuahan akan menghasilkan bagian tumbuhan yang kita sebut buah, yang didalamnya terkandung biji, dan biji inilah yang nanti akan tumbuh menjadi tumbuhan baru (Solikhin, 2008).
            Bagian pokok tumbuhan hanya ada 3 macam yaitu, akar, batang dan daun dan setiap bagian lainya hanya merupakan penjelmaan ketiga bagian pokok tersebut. Jadi bunga sebagai suatu bagian tumbuhan harus pula merupakan penjelmaan dari salah satu atau kombinai ketiga bagian pokok tadi. Bunga adalah penjelmaan suatu tunas (batang dan daun-daun) yang bentuk, warna, dan susunannya disesuaikan dengan kepentingan tumbuhan, sehingga pada bunga ini dapat berlangsung penyerbukan dan pembuahan, dan akhirnya dapat dihasilkan  alat-alat perkembangbiakan (Tjirosoepomo, 1985).
Tunas yang mengalami perubahan bentuk menjadi bunga itu biasanya batangnya lalu berhenti pertumbuhannya, merupakan tangkai dan dasar bunga, sedang daun-daunnya sebagian tetap bersifat seperti daun, hanya bentuk dan warnannya berubah, dan sebagian lagi mengalami metamorphosis menjad bagian-bagian yang memainkan peranan dalam peristiwa yang akhirnya akan menghasilkan individu baru tadi (Saktiono, 1989).
1.2.  Tujuan                                                        
      - Mengetahui mengenai morfologi bunga secara umum.
- Mengetahui variasi dalam morfologi bunga.



BAB II
TINJAUAN PUSTAKA
Akar, batang, daun, serta bagian – bagian tumbuhan lainya yang telahdibicarakan di muka, merupakan bagian – bagian yang secara langsung berguna untuk mempertahankan kehidupan (untuk penyerapan makanan, pengolahan bahan – bahan yang diserap menjadi bahan – bahan yang digunakan oleh tumbuhan untuk keperluan hidupnya: pernapasan, pertumbuhan, dll) tumbuhan itu sendiri selama pertumbuhannya, oleh sebab itu alat – alat tersebut seringkali dinamakan pula alat – alat pertumbuhan Atau alat- alat vegetatif.
            Sebelum suatu tumuhan mati, biasanya tumbuhan telah dihasilkan suatu alat, yang nanti akan dapat tumbuh menjadi tumbuhan baru. Alat – alat yang demikian dinamakan alat perkembangbiakan (organum reproductivum), yang dibedakan dalam 2 golongan: yang bersifat vegetatif dan yang bersifat generatif. Alat perkembangbiakan generatif, bentuk dan susunannya berbeda – beda menurut jenisnya tumbuhan, tetapi bagi tumbuhan yang berbiji, alat tersebut lazimnya merupakan bagian tumbuhan yang kita kenal sebagai bunga. Oleh sebab itu suatu tumbuhan berbiji, jika suda tiba waktu baginya akan mengeluarkan bunga. Pada bunga inilah terdapat bagian – bagian yang setelah terjadi peristiwa –peristiwa yang disebut: persarian (penyerbukan) dan pembuahan akan menghasilkan bagian tumbuhan yang kita sebut buah, yang di dalamnya terkandung biji, dan biji inilah yang nanti akan tumbuh menjadi tumbuhan baru dapatlah dimengerti sekarang , bahwa bunga merupakan suatu bagian tumbuhan yang amat penting. Seperti yang telah berulang kali diketengahka, bagian pokok tubuh tumbuhan hanya ada tiga macam, yaitu akar, batang, dandaun, dan setiap bagian lainnya hanya merupakan penjelmaan ketiga bagian pokok tersebut. Jadi bunga sebagai suatu bagian tumbuhan harus pula merupakan suatu penjelmaan salah satu atau kobinasi ketiga bagian pokok tadi, yang memang demikianlah keadaanya. Dalam uraian mengenal kuncup, telah kita ketahui bahwa ada kuncup yang dapat menjadi bunga yaitu kuncup bunga ( alabastrum atau gema florifera), ada pula yang hanya merupakancabangbaru, ada pula yang menjadi cabang baru dengan bunga.


Jumlah Bunga dan Tata Letaknya pada Suatu Tumbuhan
            Pada suatu tumbuha, ada kalanya hanya terdapat satu bunga saja, misalnya bunga coklat (Zephyranthus rosea Lindl), tetapi umumnya pada suatu tumbuhan dapat ditemukan banyak bunga.tumbuhan yang hanya menghasilkan satu bunga saja biasanya bunga itu terdapat padaujung batang, jika bunganya banyak,dapat sebagian bunga – bunga tadi terdapat dalam ketiak –katiak daun dan sebagian pada ujung batang – batang ataucabang- cabang. Jadi menurut tempatnya pada tumbuhan, kita dapatmembedakan:
a.       Bunga pada ujung batang (flos terminalis),misalnya bunga coklat tadi,kemban merak (Caesalpinia pulcherrima Swartz)
b.      Bunga di ketiak daun (flos lateralis atau flos axillaris), misalnya pada kembangsepatu  (Hibicus rosa-sinensis L.)
Selain dari itu pada suatu tumbuhan dapat kita lihat, bahwa bunganya yang besar jumlahnya itu , dapat:
·         Terpencar atau terpisah – pisah (flores sparsi), misalnya pada kembang sepatu tadi.
·         Berkumpul membentuk suatu rangkaian dengan susunan yang beraneka raagam. Suatu rangkaian bunga dinamakan pula: bunga majemuk (anthotaxis atau inflorescentia), misalnya pada kembang merak tersebut di atas.


Bagian – bagian bunga
            Bunga pada umumnya mempunyai bagian – bagian berikut:
a.       Tangkai bunga (pedicellus), yaitubagian bunga yang masih jelas bersifat batang,padanya seringkaliterdapat terdapat daun – daun peralihan, yaitu bagian – bagian yang menyerupai daun, berwarna hijau yang seakan- akan merupakan peralihan dari daun biasa ke hiasan bunga.
b.      Dasar bunga (receptaculum), yaitu ujung tangkai yang seringkali melebar, dengan ruas –ruas yang amat pendek, sehingga daun – daun yang telah mengalami metamorfosis menjadi bagian – bagian bunga yang duduk amatt rapatsatu sama lainbahkan biasanya lalu tampak duduk dalam satu lingkaran.
c.       Hiasan bunga (perianthium), yaitu bagian bunga yang merupakan penjelmaan daun yang masih tampak berbentuk lembaran dengan tulang- tulang atau urat – urat yang masih jelas. Biasanya hiasan bunga dapat dibedakan dalam dua bagian yang masing – masingduduk dalam satu lingkara. Jadi bagian – bagian hiasan bunga itu umumnya tersusun dalam dua lingkaran:
1.     Kelopak (kalyx) yaitu bagian hiasan bunga yang merupakan lingkaran luar, biasanya berwarna hijau, sewaktu bunga masih kuncup merupakan selubungnya, yangmelindungi kuncup tadi terhadap pengaruh – pengaruh dari luar. Kelopak terdiri atas beberapa daun kelopak (sepala). Daun – daun kelopak pada bunga dapat berlekatan satu sama lain, dapat pula terpisah – pisah.
2.      Tajuk bunga atau mahkota bunga (corolla), yaitu bagian hiasan bunga yang terdapat pada lingkaran dalam, biasanya tidak berwarna hijau lagi. Warna bagian inilah yang lazimnya merupakan warna bunga. Mahkota bunga bunga terdiri atas sejumlah daun mahkota (petala), yang seperti halnya dengan daun – daun kelopak dapat berlekatan atau tidak..
Pada suatu bunga seringkali tidak kita dapati hiasan bunganya. Unga yang demikian dinamakan bunga telanjang (Euphorbia hirta L.) atau hiasan bunga tadi tidak dapat dibedakan dengan kelopak dan mahkotanya,dengan perkaaan lain kelopak dan mahkotanya sama. Baik bentuk maupun warnanya,. Hiasan bunga yang demikian sifatnya dinamakan: tenda bunga (perigonium), yang terdiri atas sejumlah daun tenda bunga (tepala) , misalnya pada bunga sungsang (Gloriosa superba L.), lilia gereja (Lilium longiflorum Thumb)
d.      Alat – alat kelamin jantan (androecium), bagian ini sesungguhnya juga merupakan metamorfosis daun yang menghasilkan serbuk sari.Androecium tersiri atas sejumlah benang sari (stamen). Pada bunga benang -  benangsarinya dapat puala bebas atau berlekatan. Ada yang tersusun dalam satu lingkaranadapula yangtersusun dalam dua lingkaran. Pada bagian ini merupakan penjelmaan daun, masih dapat terlihat misalnya pada bunga tasbih. (Canna hybrida Hort.) yang benang sarinya yangmandul berbentuk lembaran -  lembaran menyerupai daun – daun mahkota.
e.       Alat -  alat kelamin betina (gynaecium) yang pada bunga merupakan bagian yang biasanya disebut denganputik (pistillum). Putik juga terdiri atas metamorfosis  daun yang disebut daun buah (carpella). Pada bunga dapat ditemukan satu atau bebrapa putik, dan setiap putik terdiri atas beberapa daun buah. Kalau ada beberapa daun buah, maka biasanya semua akan tersusun lingkaran bagian – bagian bunga yang terakhir.
Melihat bagian – bagian yang terdapat pada bunga (tangkai dan dasar bunganya tidak diperhitungkan ), maka bunga dapat dibedakan dalam:
1.      Bunga lengkap atau bunga sempurna (flos completusl ), yang terdiri atas: 1 lingkaran daun – daun kelopak, 1 lingkaran daun – daun mahkota, 1 atau 2 lingkaran benang- benang  sari dan satu lingkaran daun – daun buah. Bunga yang bagian- bagiannya tersusun dalam 4 lingkaran dikatakan: bersifat tetrasiklk, dan jika bagian – bagiannya tersusun dalam lima lingkaran: pentasiklik.
2.      Bunga tidak lengkap atau bunga tidak sepurna (flos incompletus), jika salah satu bagian hiasan bunganya atau salah satu alat kelaminnya tidak ada. Jika bunga tidak mempunyai hiasan bunga, maka bunga itu disebut telanjang (nudus), jika hanya mempunyai hanya salah satu dari kedua macam alat kelaminnya, dinamakanberkelamin tunggal (unisexualis).
Bunga yang mempunyai tenda bunga (perigonium), jadi jika kelopak dan mahkotanya sama bentuk maupun rupanya, seringkali dianggap sebagaibunga yang tidak lengkap pula.

Simetri pada Bunga
            Simetri adalah sifat suatu benda atau badan yang juga biasa disebut untuk bagian – bagian tubuhtubuhan (batag, daun, maupun bunga), jika benda tadi oleh sebuah bidang dapat dibagimenjadi dua bagian, sedemikian rupa, sehingga kedua bagian itu saling dapat menutupi. Jadi seandainya bidang itu kita jadikan tempat untuk melipat, maka benda tadi dapat dijadikan suatu benda yangyang setangkup atau simetris. Dapat pula dikatakan demikian: bidag pemisah tadi dapatdianggap merupakan sebuah cermin datar dan bagian yang satu merupakan bayangan cermin bagian lainnya. Bidang yang daat dibuat untuk memisahkan suatu benda dalam dua bagian yang satu sama lain merupakan bayangannya dalam cermin datar tadi dinamakan, bidang simetri.
            Bunga sebagai suatu bagian tubuh tumbuhan dapat pula mempunyai sifat tersebut diatas, dan bertalian dengan simetri itu dapat dibedakan menjadi bunga yang:
a.       Asimetris atau tidak simetris, jika pada bunga hanya dapat dibuat satu bidang simetri dengan jalan apapun juga, misalnya bunga tasbih (Canna hybrida Hort.)
b.      Setangkup tanggal ( monosimetris atau zygomorphus), jika pada bunga hanya dapat dibuat satu bidang simetri saja yang membagi bunga tadi menjadi dua bagian yang setangkup.  Sifat ini biasanya ditunjukkan dengan lambang anak panah.
Bergantung pada letaknya bidang simetri,bunga yang simetri dapat dibedakan lagi dalam 3 macam:
1.      Setangkup tegak, jika bidang simetrinya berimpit dengan bidang median,misalnya, bunga telang (Clitoria ternatea L)
2.      Setangkup mendatar, jika bidang simetrinya tegak lurus pada bidangmedian, dan tegak  lurus pula pada arahvertikal, misalnya bunga Corydalis.
3.      Setangkup miring, jika bidang simetrinya memotong bidangmedian denga sudut yang lebih kecil (lebih besar) dari 900 misalnya bunga kecubung (Datura metel L.)
c.       Setangkup menurut dua bidang (bilateral simetris atau disimetris), dapat pula dikatakan setangkup ganda, yaitu setangkup bunga yang dapat dijadikan dua bagian yang setangkup menurt dua bidang simetri yang tegak lurus satu sama lain,misalnya bunga lobak (Rothanus sativus L.) dan bunga tumbuuhan lain yang sesuku (Cruciferae)
d.      Beraturan atau bersimetri banyak (polysimetris, regularis, atauactinomorphus), yaitu jika dapat dibuatbanyak dibidang simetri untuk membagi bunga itu dalam dua bagiannya yang setangkup, misalnya bunga lilia gerej (Lilium longiflorum Thunb). Bunga yang beraturan seringkali ditunjukkan dengan lambang bintang.










BAB III
PROSEDUR PRATIKUM

3.1.  Waktu dan Tempat
Kegiatan praktikum daun ini dilaksanakan di Laboratorium Biologi STKIP YPM Bangko. Pada hari Selasa, 13 November 2018 pukul 10.00 WIB s/d selesai.

3.2.  Alat dan Bahan
a.       Alat : gunting tanaman, loupe, buku gambar, dan pensil.
b.      Bahan : Kembang sepatu (Hibiscus rosasinensis), Alamanda (Allamanda cathartica), Cempaka (Michelia campaka), Papaya (Carica papaya)

3.3.      Langkah Kerja
1.      Jelaskan morfologi bunga kembang sepatu secara umum : buat gambarnya dan tunjukkan bagian-bagiannya dan nyatakan jumlah bagiannya masing-masing.
2.      Gambarkan secara skematis bunga alamanda dan tentukan aestivation dan vernationya.
3.      Buat deskripsi bunga cempaka dan papaya sehingga nyata variasi morfologi yang dimiliki masing-masing.












BAB IV
HASIL DAN PEMBAHASAN
4.1.  Hasil dan Pembahasan Bentuk Umum Batang
a.       Hasil
1.        Kembang sepatu (Hibiscus rosasinensis)
Gambar
Keterangan
 
Termasuk bunga lengkap.

2.        Alamanda (Allamanda cathartica)
Gambar
Keterangan
 
Terdapat aestivation dan vernatio


3.        Cempaka (Michelia camphaca)
Gambar
Keterangan
Termasuk jenis kelamin bunga banci.
4.                  Papaya (Carica papaya)
Gambar
Klasifikasi
 
Kelamin bunga poligami


                                                                                                 


b.      Pembahasan
1.      Kembang sepatu (Hibiscus rosa-sinensis) yaitu :
Kingdom           : Plantae
Divisi                 : Magnoliophyta
Kelas                  : Magnoliopsida
Ordo                  : Malvales
Famili                 : Malvaceae
Genus                : Hibiscus
Spesies               : Hibiscus rosa-sinensis

Bunga terdiri dari 5 helai daun kelopak yang dilindungi oleh kelopak tambahan (epicalyx) sehingga terlihat seperti dua lapis lingkaran kelopak bunga. Mahkota bunga terdiri dari 5 lembar atau lebih jika merupakan hibrida. Tangkai putik berbentuk silinder panjang dikelilingi tangkai sari berbentuk oval yang bertaburan serbuk sari. Tanaman ini memiliki benang sari yang filamen seluruhnya bersatu dalam satu berkas/setukal (mono = satu, adelphus = tukal) sehingga membentuk tabung yang membungkus putik. Biji terdapat di dalam buah berbentuk kapsul berbilik lima. Pada umumnya tinggi tanaman sekitar 2 sampai 5 meter. Daun berbentuk bulat telur yang lebar atau bulat telur yang sempit dengan ujung daun yang meruncing. Daun penumpu ini kecil berbentuk rambut tidak persisten (stipula), terdapat dipucuk tanaman mempunyai stamen membentuk satu tabung disebut stamenal colloum jadi stamen ini yaitu daun yannng berubah bentuk dan warna. Di daerah tropis atau di rumah kaca tanaman berbunga sepanjang tahun, sedangkan di daerah subtropis berbunga mulai dari musim panas hingga musim gugur. Bunga berbentuk terompet dengan diameter bunga sekitar 5 cm. hingga 20 cm. Putik (Pistillum) menjulur ke luar dari dasar bunga. Bunga bisa mekar menghadap ke atas, ke bawah, atau menghadap ke samping. Pada umumnya, tanaman bersifat steril dan tidak menghasilkan buah. Tanaman berkembang biak dengan cara stek, pencangkokan, dan penempelan.

2.      Bunga Alamanda (Allamanda cathartica)
Klasifikasi
Kingdom         : Plantae
Divisio             : Magnoliophyta
Classis             : Magnoliopsida                  
Sub Classis      : Asteridae
Ordo                : Gentianales
Familia            : Apocynaceae
Genus              : Allamanda
Species            : Allamanda cathartica.

Menurut pengamatan, bunga ini merupakan bunga majemuk tak berbatas dengan bentuk bunga tandan (racemus), sama dengan enceng gondok di atas. Bunga alamanda merupakan bunga yang sempurna dan bunganya memiliki mahkota seperti terompet namun pada bagian atas mahkotanya terdapat torehan-torehan, putiknya tertutupi oleh mahkota bunga dan untuk benang sarinya juga tertutupi oleh mahkota juga dan benang sarinya tersebut langsung menempel pada bagian dalam mahkota bunga. Bunga dalam tandan lepas di ujung. Termasuk tipe aestivation terbuka (aperta), dan terdapat pelipatan penggulungan pada kuncup (vernatio).
Kelopak terbagi dalam, tinggi lk 1 cm, taju tidak sama, bentuk lanset. Mahkota lk 7 cm panjangnnya, kuning; tabung sempit, pada pangkal agak melebar, pada separonya mendadak melebar bentuk lonceng; leher penuh dengan sisik yang terbelah dalam umbai; taju mahkota luas bulat telur, menutup ke kiri. Benang sari tertancap dalam leher, tangkai benang sari sangat pendek. Bunga alamanda berwarna kuning dan berbentuk seperti terompet dengan ukuran diameter 5-7.5 cm.

3.      Bunga Cempaka
Kingdom         :Plantae
Divisi               :Magnoliophyta
Kelas               :Magnoliopsida
Ordo                :Magnoliales
Famili              :Magnoliaceae
Genus              : Michelia
Spesies            : Michelia camphaca

Berjenis kelamin bunga banci, yaitu yang terdapat benang sari (alat kelamin jantan) maupun putik (alat kelamin betina).  Bagian bunga yang satu dengan yang lain terpencar, tersebar, atau menurut suatu spiral (acyclis). Bunga berdiri sendiri, oranye, dan harum. Daun tenda bunga panjangnya 3-5 cm, yang terdalam lebih sempit dan lebih runcing daripada yang terluar. Pada dasar bunga yang berbentuk tiang, bakal buah dan benang sari jelas dipisahkan oleh suatu ruang.

4.      Pepaya (Carica papaya)
Kingdom         : Plantae
Divisi               : Magnoliophyta
Kelas               : Magnoliopsida
Ordo                : Violales
Famili              : Caricaceae
Genus              :Carica
Spesies            :Carica papaya        
  
Termasuk jenis kelamin poligami (polygamus), jika pada satu tumbuhan terdapat bunga jantan, bunga betina, dan bunga banci bersama-sama. Bunga betina umumnya berdiri sendiri, berwarna putih kekuningan. Bunga jantan pada tandan yang serupa malai dan bertangkai panjang, kelopak sangat kecil, mahkota berupa terompet dan berwarna putih kekuningan. Anatomi bunga papaya yang jantan dapat diamati benang sari yang terdiri atas kepala sari dan tangkai sari yang pada epidermisnya terdapat kutikula, trikomata, atau mungkin juga stomata. Sedangkan pada bunga papaya yang betina memiliki putik yang terdiri dari bakal buah dan bakal biji yang terdiri melekat pada dinding ovarium dengan adanya tangkai bakal biji yang mengandung satu berkas pembuluh.






BAB V
KESIMPULAN DAN SARAN

5.1.  Kesimpulan
 1.      Bunga adalah alat reproduksi seksual pada tumbuhan.
2.      Bagian-bagian bunga terdiri atas kelopak, benang sari, mahkota, putik, tangkai bunga, dan dasar bunga.
3.      Bunga lengkap adalah bunga yang memiliki kelopak, benang sari, putik, dan tangkai bunga. Sedangkan bunga tidak lengkap yaitu bunga yang tidak memiliki salah satu bagian dari bunga yang tidak lengkap.
4.      Jenis-jenis bunga yaitu bunga berkelamin tunggal, bunga berkelamin ganda, dan bunga yang tidak berkelamin. Selain itu bunga juga dibedakan menjadi bunga tunggal dan bunga majemuk.
5.      Morfologi bunga terdiri atas kelopak, mahkota, benang sari, putik dan tangkai bunga. Sedangkan anatomi bunga terdiri atas epidermis yang terdapat pada mahkota, benang sari dan kelopak serta endotesium dan tapetum pada benang sari.





5.2.  Saran
Sebelum memulai praktikum usahakan untuk memahami materi yang dipraktekan agar pada saat praktikum kita tidak menemui masalah yang bisa menghambat kegiatan praktikum tersebut.






DAFTAR PUSTAKA


Hidayat. 1995. Antomi Tumbuhan Berbiji. Bandung: ITB

Mulyani, Sri. 2006. Anatomi Tumbuhan. Yogyakarta: KANSIUS

Rosanti, Dewi. 2013. Morfologi Tumbumbuhan. Jakarta: Erlangga.

Tjitrosoepomo, Gembong. 2012. Morfologi Tumbuhan. Yogyakarta: Gajah mada.

Tjitrosomo, Siti Sutarmi. 1980. Botani Umum. Bandung: Angkasa














LAMPIRAN


   

Komentar